Senin, 26 Mei 2025

Cara membuat Google Form - form online gratis

Pernahkah Anda perlu mengumpulkan informasi dari sekelompok orang? Google formulir adalah salah satu jawabannya. Alat ini memungkinkan Anda membuat formulir online khusus untuk berbagai keperluan, seperti membuat form survey online, membuat formulir pendaftaran, mengumpulkan umpan balik, memfasilitasi pendaftaran acara, atau bahkan membuat kuis. Dalam posting blog ini, kami akan memandu Anda melalui proses cara membuat Google Form, menyesuaikan tampilannya, dan menganalisis hasilnya.

Apakah anda pernah mendapatkan tugas dalam hal mengumpulkan informasi dari banyak orang? Salah satu tool atau alat yang bisa anda gunakan untuk melakukan tugas anda adalah google forms. Alat ini bisa anda gunakan untuk berbagai keperluan dalam hal pengumpulan informasi seperti membuat survey, umpan balik atau feedback, atau juga membuat sebuah kuis. 

Cara Membuat Google Form gratis

Beberapa langkah yang harus anda lakukan untuk membuat google form adalah: 

  • Mengakses Google Forms
  • Memulai formulir baru
  • Menambahkan pertanyaan ke formulir Anda
  • Menyesuaikan tampilan formulir
  • Membagikan formulir Anda
  • Menganalisis data pengiriman formulir

Akses Google Forms

Langkah pertama adalah masuk ke akun Google Anda. Buka Broser anda, kemudian cari google form di mesin pencari atau langsung mengetik https://forms.google.com di address bar. Anda akan diminta untuk login dengan akun google anda. Jika sudah login maka anda bisa memulai membuat forms untuk keperluan anda. 

Mulai membuat g form baru 

Anda bisa memulai dengan memilih salah satu dari berbagai template yang sudah tersedia, seperti masukan pelanggan, informasi kontak, undangan pesta, pendaftaran peserta suatu acara dan masih banyak lagi atau  anda juga bisa memulai dari awal dengan memilih dari formulir kosong untuk menyesuaikan dengan keinginan anda.

   Judul dan Deskripsi

Setelah memilih, akan terbuka halaman formulir dimana anda bisa menuliskan Judul dari form anda dan juga deskripsi dari form tersebut.


   Membuat Pertanyaan

Jika sudah selesai dengan Judul dan deskripsi, maka anda bisa mulai membuat pertanyaan dengan meng klik tanda + / tambah pertanyaan. Tuliskan pertanyaan anda, kemudian pilih jenis jawaban yang anda inginkan. Berbagai pilihn jawaban yang tersedia antara lain adalah


  • Jawaban singkat
  • Paragraf
  • Pilihan ganda
  • Kotak centang
  • Dropdown
  • Unggah berkas
  • Skala linier
  • Kisi pilihan ganda
  • Petak kotak centang
  • Tanggal
  • Waktu

Pertanyaan Pilihan Ganda : Ini adalah jenis pertanyaan yang paling umum. Anda memberikan beberapa pilihan jawaban kepada responden, dan mereka memilih salah satu atau beberapa jawaban yang sesuai.

Pertanyaan Teks

Pertanyaan teks memungkinkan pengguna untuk memberikan jawaban berupa teks pendek atau panjang sesuai dengan yang anda sediakan. Google Forms telah memberikan pilihan yaitu jawaban pendek dan paragraf sebagai pilihan jawaban responden


Kotak Centang dan Jenis Pertanyaan Lainnya

Kotak centang dan jenis pertanyaan lainnya menawarkan fleksibilitas tambahan dalam pengumpulan data. Google Forms menyediakan berbagai jenis pertanyaan, termasuk kotak centang, dropdown, dan skala linear, untuk memastikan Anda mengumpulkan informasi yang tepat yang Anda butuhkan.

Menyesuaikan Tampilan Formulir

Jika anda suadah selesai mengisi berbagai pertanyaan, anda bisa mengatur tampilan formulir anda sehingga tampak lebih menarik dan profesional sehingga mampu mendorong responden untuk menengisinya. 

Diantara pilihan pengaturan yang bisa anda buat diantaranya adalah Thema diaman anda bisa menyisipkan gambar yang telah tersedi dan mengubah warna latar belakang formulir anda. Juga jenis huruf untuk Header / Judul, juga jenis huruf unruk pertanyaan. 

Berbagi Formulir Anda

Jika sudah selesai anda bisa membagikan formulir anda. Tekan tombol Publikasikan untuk membagikan formulir anda. Setelah terpublikasikan maka akan ada link formulir anda yang bisa anda bagikan baik melalui email, media sosial atau platform yang lain. 

Menganalisis Data Formulir

Setelah anda bagikan dan jawaban sudah mulai masuk, anda bisa melihat dan menganalia jawaban dari semua responden dengan cara meng klik menu Jawaban di atas, disebelah menu Pertanyaan.


Minggu, 11 Mei 2025

Panduan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Masyarakat

 Panduan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Masyarakat

Oleh: Tim Transformasi Teknologi dan Digital Kesehatan

Pusdatin Kementerian Kesehatan RI



Tahapan Cek Kesehatan Gratis

Pemeriksaan dapat dilakukan saat hari ulang tahun  hingga H+30 hari ulang tahun. 

Bagi yang berulang tahun di Januari-Maret 2025, layanan berlaku hingga 30 April 2025

  1. Unduh dan daftar SATUSEHAT Mobile
  2. Dapatkan notifikasi via WA dan SATUSEHAT Mobile
  3. Isi Kuesioner Skrining Mandiri
  4. Datang ke FKTP membawa identitas, kode tiket, hasil skrining mandiri
  5. Manfaatkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  6. Cek Rapor Kesehatan di SATUSEHAT Mobile

Bagaimana cara mendaftar CKG?

Ada 3 Opsi untuk daftar CKG

  1. SATUSEHAT mobile (SSM) (Opsi utama)
  2. WhatsApp chatbot  (Hanya dilakukan di Puskesmas jika tidak bisa menggunakan aplikasi mobile)
  3. Website ASIK oleh nakes, khusus yang tidak memiliki NIK atau tidak bisa mendaftar mandiri


1. SATUSEHAT mobile 

SATUSEHAT Mobile merupakan Aplikasi Kesehatan Resmi dari Kemenkes RI yang berguna sebagai sumber informasi dan akses layanan kesehatan yang terpercaya, terintegrasi untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan.

Pendaftaran CKG melalui SATUSEHAT Mobile menjadi opsi utama yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat.


2. WhatsApp chatbot

WhatsApp chatbot dapat menjadi alternatif jika masyarakat mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi mobile. 

Nomor WhatsApp Kementerian Kesehatan RI yang digunakan untuk program CKG adalah: 0812-7887-8812

3. Website ASIK oleh nakes

Jika masyarakat tidak memiliki NIK atau tidak dapat melakukan pendaftaran secara mandiri, petugas dapat mendaftarkan peserta melalui Website ASIK. 

Pastikan tetap memaksimalkan jalur pendaftaran melalui SATUSEHAT Mobile agar beban pencatatan tidak tinggi di Puskesmas. 


Masyarakat dapat langsung mendaftar di faskes terdekat dan dibantu petugas melalui website ASIK bagi yang tidak memiliki NIK dan bayi baru lahir. Tetapi tetap diutamakan pendaftaran melalui SATUSEHAT Mobile atau WhatsApp.


Persiapan Sebelum Datang ke FKTP

Pengisian Skrining Mandiri

Masyarakat akan diminta mengisi skrining mandiri H-7 sebelum pelaksanaan CKG.


Notifikasi Reminder via WhatsApp

Bagi masyarakat yang mendaftar sebelum ulang tahun, notifikasi pengingat jadwal pemeriksaan akan

dikirimkan pada H-30, H-7, H-1, dan Hari H Kedatangan. Ucapan ulang tahun akan dikirimkan pada hari-H.


Sebelum Kedatangan ke Faskes

Peserta usia 40 tahun ke atas

Puasa 8 - 10 jam sebelum pelayanan (hanya konsumsi air  putih). Peserta dapat makan dan minum kembali setelah pemeriksaan laboratorium


Peserta Lansia:

Peserta CKG lansia: Disarankan datang dengan pendamping


WAJIB Dibawa:

1. Identitas diri seperti KTP / Kartu Identitas Anak / KK

2. Buku KIA bagi sasaran balita dan anak usia pra sekolah

3. Tiket pemeriksaan di aplikasi SATUSEHAT Mobile / WhatsApp


Download Panduan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Masyarakat



Sabtu, 10 Mei 2025

Panduan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Tenaga di Fasilitas Kesehatan

Oleh: Tim Transformasi Teknologi dan Digital Kesehatan 
Pusdatin - Kementerian Kesehatan RI 


Alur Layanan CKG untuk Petugas Puskesmas

Perencanaan hingga pelaksanaan program 

1. Sebelum Pelaksanaan Program Petugas Puskesmas melihat jumlah masyarakat yang sudah mendaftar untuk CKG melalui SSM/WA Chatbot Kemenkes di Website ASIK

2. Petugas Puskesmas berkoordinasi dengan Dinkes dan pihak terkait untuk melakukan perencanaan SDM, BMHP, dan penyusunan anggaran

3. Saat Pelaksanaan Program Petugas puskesmas membantu pasien  yang hadir ke puskesmas untuk CKG dengan memeriksa nomor tiket dan menandai hadir.

4. Nakes terkait memeriksa histori skrining dengan SIMPUS/ASIK, memeriksa isian skrining mandiri, dan melakukan pemeriksaan sesuai paket layanan. 

5. Petugas puskesmas menginput hasil pemeriksaan paket layanan ke Website ASIK yang hasilnya akan dikirim ke SSM/WA masyarakat

6. Nakes mengakses rapor CKG untuk melihat hasil pemeriksaan, memberikan edukasi atau rujukan sesuai dengan hasil pemeriksaan. 


Pendaftaran Akun Nakes pada ASIK

Peran Administrator dan Pengguna Dashboard ASIK

Administrator

  • Satu orang di setiap institusi
  • Merupakan pegawai tetap di institusi
  • Mendapat surat penunjukkan dari Kepala Puskesmas/Kepala Dinas Kesehatan masing-masing
  • Menjadi penanggung jawab pembuatan dan manajemen Akun ASIK tingkat Dinkes/Faskes masing-masing 
  • Mengatur pengguna ASIK tingkat Dinkes/Faskes masing-masing
  • Mendaftarkan diri di link pendaftaran: https://Link.kemkes.go.id/AdminASIKK 


Pengguna

  • Bisa lebih dari satu orang di setiap institusi
  • Dapat melakukan pencatatan CKG
  • Dapat membuka analisa program layanan yang diberikan izin aksesnya oleh administrator
  • Mendaftarkan diri ke Administrator tingkat Dinkes/Faskes masing-masing dengan memberitahukan email dan nomor yang aktif


Cara Mengetahui Administrator di Setiap Instansi

  1. Buka link: https://Link.kemkes.go.id/AdminASIKK 
  2. Pilih menu Status Pendaftaran Administrator ASIK
  3. Pada keyboard Anda, tekan tombol ctrl+F atau cmd+F untuk mencari nama instansi/nama administrator di setiap instansi
  4. Jika instansi Bapak/Ibu belum memiliki administrator, pilih menu Formulir Pendaftaran Administrator ASIK (contoh surat penunjukan ada di dalam link)


Alur Pendaftaran dan Aktivasi Administrator ASIK

  1. Administrator mendaftarkan diri di link pendaftaran https://Link.kemkes.go.id/AdminASIKK 
  2. Administrator mendapat email dari Kemenkes berisi link aktivasi
  3. Administrator login ke ASIK Web menggunakan email
  4. Administrator melengkapi data diri seperti NIK dan Jabatan
  5. Administrator mendaftarkan akun-akun pengguna dalam instansi sesuai program
  6. Pengguna (petugas Puskesmas / Dinkes) dapat login ke ASIK Web setelah menerima email konfirmasi

Download Panduan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Tenaga di Fasilitas Kesehatan

Jumat, 09 Mei 2025

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Kelainan Haid

 Konsep haid

Haid adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam rahim (endometrium ) dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium.

Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia pubertas dan menopause. Menstruasi pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik (normal) yang datangnya teratur setiap bulan (siklus haid), dan timbulnya perdarahan tersebut sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron (Hawari, 1997).

o   Haid adalah darah yang keluar dari uterus perempuan sehat :

o   Lamanya 3-6 hari

o   Ganti pembalut 2-5 pembalut perhari

o   Satu siklus normal 21-35 hari

o   Terjadi akibat penurunan kadar progesteron, siklus haid yang berovulasi

Fisiologi menstruasi

 Usia normal bagi seorang perempuan mendapatkan menstruasi untuk kali pertama adalah 12 atau 13 tahun. Namun kalau sampai usia 16 tahun belum juga datang bulan perlu di waspadai, mungkin ada kelainan.

Menstruasi itu sendiri nantinya akan berhenti saat perempuan memasuki masa menopause, yakni sekitar usia 50 tahun. Namun sebelum memasuki masa menopause, haid tetap datang hanya jangka waktunya lebih lama dan prosesnya cepat, paling hanya 2-3 hari. Siklus haid/ menstruasi pada perempuan (reproduksi) normalnya terjadi setiap 23-35 hari sekali dengan lama haid berkisar 5-7 hari. Namun ada sebagian perempuan yang mengalami haid tidak normal. Diantaranya mulai dari usia haid yang datang terlambat, darah haid sangat banyak sampai harus berulang kali mengganti pembalut wanita, nyeri atau sakit saat haid, gejala PMS (pree menstruasi syndrom), siklus haid yang tidak teratur dan masih banyak lagi.

Gangguan ini jangan didiamkan karena dapat berdampak serius, haid yang tidak teratur misalnya dapat menjadi pertanda seorang perempuan kurang subur (infertil). Gangguan yang terjadi saat haid dinilai masih normal jika terjadi selama dua tahun pertama setelah haid kali pertama. Artinya, bila seorang perempuan telah mendapatakan haid pertamanya saat berusia 11 tahun, maka hingga usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur. Tapi bila setelah usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur juga, dipastikan ia mengalami gangguan haid.

Haid Dipengaruhi berbagai hormon:

GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. FSH (Folikel Stimulating Hormon) memicu pematangan folikel diovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar. Estrogen akan mengakibatkan  proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium). Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing hormon). LH  akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesis progesterone. Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium  sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari, meskipun siklus haid bervariasi, yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus berhati2 untuk menentukan masa subur

Siklus Menstruasi

Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1), siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari, hanya 10-15%wanita yang memiliki siklus 28 hari. Tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita  tetapi juga pada wanita yang sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.

Download Asuhan Keperawatan Pad Pasien Dengan Kelainan Haid

Rabu, 07 Mei 2025

Asuhan Keperawatan Gangguan Telinga pptx

Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna/aurikula), meatus akustikus, kanalis auditorius eksternus dan membrane timpani

Penyebab Gangguan Telinga Luar

Beberapa Penyebab terjadinya Gangguan Telinga Luar antara lain adalah

  • Mal Formasi Kongenital
  • Trauma
  • Infeksi dan Non Infeksi pada Pinna
  • Neoplasma


Malformasi Kongenital

  • Atresia Liang Telinga
    Disebabkan oleh genetik seperti infeksi virus atau bahan kimia pada kehamilan muda
  • Mikrotia
    Pinna yang sangat besar atau sangat kecil
  • Fistula Preaurikular  yaitu berbentuk bulat dan lonjong di luar telinga 
  • Lop Ear Merupakan bentuk abnormal dari daun telinga


Trauma 

Trauma pada telinga  dapat merusak dan menghancurkan aurikula dan kanalis akustikus eksternus

Terjadinya Trauma

  • Laserasi Taruma akibat terjadi karena klien sering mengorek-ngoerek telinga dengan jari atau penjepit dapat menyebabkan pendarahan sementara
  • Frostbite dapat timbul pada suhu rendah dan sangat dingin 
  • Hematoma yaitu penumpukan bekuan darah diantara perikardium dan tulang rawan


Infeksi dan non infeksi pada Pinna

Serumen 

  Pada keadaan normal serumen tidak akan menumpuk diliang telinga, tetapi akan keluar sendiri pada waktu mengunyah dan setelah sampai diluar telinga akan menguap oleh panas

Otitis Eksternus

Peradangan, infeksi atau respon alergi pada struktur kanalis akustikus eksternal atau aurikula


Download PPT Asuhan Keperawatan Gangguan Telinga


Jumat, 02 Mei 2025

Download PPT PENYUSUNAN PETA JABATAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA

PETA JABATAN
Peta jabatan adalah susunan nama dan tingkat Jabatan struktural dan fungsional yang tergambar dalam suatu struktur unit organisasi dari tingkat paling rendah sampai dengan yang tinggi 
 
Dalam menyusun Peta Jabatan, dibutuhkan data-data sebagai berikut:
  • Struktur Organisasi
  • Daftar Susunan Jabatan (Struktural & Fungsional)
  • Bezetting Pegawai (Kekuatan Pegawai Saat Ini)
  • Kebutuhan Pegawai (Hasil dari Analisis Beban Kerja)
  • Tugas dan Fungsi Unit Organisasi

ANALISIS BEBAN KERJA
Analisis Beban Kerja adalah suatu teknik untuk menentukan jumlah dan jenis pekerjaan suatu unit organisasi / pemegang jabatan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu.

KEGUNAAN
  • Penataan/penyempurnaan struktur organisasi; 
  • Bahan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja; 
  • Penyusunan rencana kebutuhan riil pegawai sesuai beban kerja
  • Penilaian kinerja dengan metode Sasaran Kerja Pegawai
  • Program seleksi, rotasi, dan promosi  pegawai dari unit yang kelebihan pegawai  ke unit yang kekurangan pegawai; 
  • Bahan penentuan kebutuhan diklat

HASIL KERJA
Pendekatan ini untuk jabatan yang hasil kerjanya fisik/kebendaan atau non fisik yang dapat dikuantifikasi.
Informasi yang diperlukan :
  • Wujud hasil kerja dan satuannyaJumlah b
  • Beban kerja yang tercermin dari  target hasil kerja yang harus dicapai 
  • Standar kemampuan rata-rata untuk memperoleh hasil kerja

OBJEK KERJA
Pendekatan ini untuk jabatan yang beban kerjanya tergantung dari jumlah objek yang harus dilayani.
Informasi yang diperlukan :
  • Wujud objek kerja dan satuannya
  • Jumlah beban kerja yang tercermin dari  objek kerja yang harus dilayani
  • Standar kemampuan rata-rata untuk memperoleh hasil kerja

PERALATAN KERJA
Pendekatan ini untuk jabatan yang beban kerjanya tergantung pada peralatan kerjanya. Informasi yang diperlukan :
  • Jumlah dan satuan alat kerja 
  • Jabatan yang diperlukan dalam pengoperasian alat kerja
  • Rasio jumlah pegawai per alat kerja

TUGAS PER TUGAS
Pendekatan ini dipergunakan untuk menghitung kebutuhan pegawai pada jabatan yang hasil kerjanya abstrak atau beragam yang artinya hasil kerja dalam jabatan tersebut banyak jenisnya.
Informasi yang dibutuhkan :
  • Uraian tugas
  • Satuan hasil
  • Waktu penyelesaian rata-rata setiap uraian tugas
  • Volume/beban kerja dari setiap uraian tugas
  • Waktu kerja efektif

URAIAN TUGAS
Uraian tugas pokok yang mencerminkan apa yang dikerjakan (what), bagaimana cara mengerjakan (how) dan mengapa dikerjakan (why)
WAKTU PENYELESAIAN RATA-RATA
Waktu  rata-rata yang di ukur dari satuan waktu yang digunakan menyelesaikan suatu tugas jabatan yang di pengaruhi beberapa faktor, antara lain :
  • Perangkat kerja
  • Kondisi lingkungan kerja
  • Prosedur kerja
  • Kompetensi pemegang jabatan

WAKTU KERJA EFEKTIF

KEPPRES NO. 68 TAHUN 1995
Hari Kerja/Minggu             = 37,5 jam
Satu Minggu                     = 5 hari
Jadi 1 Hari Jam Kerja         = 37,5 jam / 5 hari = 7,5 jam/hari

Allowance (Waktu Boros) = 30 %

Jam Efektif/Hari                 = 7,5 jam - (7,5 jam x 30 %) = 5,25 jam  = 5 jam = 300 menit

VOLUME / BEBAN KERJA
Jumlah banyaknya satuan hasil kerja yang harus diselesaikan dalam waktu kerja efektif harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.



Kamis, 01 Mei 2025

Kerangka Acuan Kegiatan PPI di Puskesmas

 “Health  –  care  Associated  Infections  (HAIs)”  merupakan  komplikasi  yang  paling  sering terjadi  di  pelayanan  kesehatan.  HAIs  selama  ini  dikenal  sebagai  infeksi  Nosokomial  atau  disebut juga  sebagai  Infeksi  di  rumah  sakit  “Hospital  Acquired  Infections”  merupakan  persoalan  serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung kematian pasien.  

Kalaupun  tidak  berakibat  kematian,  pasien  dirawat  lebih  lama  sehingga  pasien  harus membayar biaya lebih banyak. HAIs adalah penyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk tempat pelayanan kesehatan, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien pulang.  

Dalam hal  ini termasuk  infeksi  yang didapat dari puskesmas  tetapi muncul  setelah  pulang dan  infeksi  akibat  kerja  terhadap  pekerja  di  fasilitas  pelayanan  kesehatan.  Angka  kejadian  terus meningkat mencapai sekitar 9% (variasi 3-21%) atau lebih dari 1,4 juta pasien rawat inap di seluruh dunia.  Kondisi  ini  menunjukkan  penurunan  mutu  pelayanan  kesehatan.  Tak  dipungkiri  lagi  untuk masa  yang  akan  datang  dapat  timbul  tuntutan  hukum  bagi  sarana  pelayanan  kesehatan,  sehingga kejadian infeksi di pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian.  

Pasien,  petugas  kesehatan,  pengunjung  dan  penunggu  pasien yang merupakan kelompok yang beresiko mendapat HAIs. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien.  

Dengan demikian akan menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hhari rawat dan peningkatan biaya. Untuk meminimalkan resiko terjadinya infeksi di fasilitas pelayanan  kesehatan  maka  perlu  diterapkan  pencegahan  dan  pengendalian  infeksi  (PPI)  ,  yaitu program pelatihan pencegahan dan pengendalian menular. 


Download Kerangka Acuan Kegiatan PPI di Puskesmas

Wikipedia

Hasil penelusuran